Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label perjalanan

Ikan Asin Gurih, Pinggir Pesisir Randu Putih

Cuaca hari ini (29/7) terlihat sangat terik disertai angin, saatnya ratusan kilogram ikan asin terjemur di berbagai sudut, di centra ikan asin, pinggir pesisir Randu Putih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Saya telusuri setiap bagian tempat ini, dan terlihat beberapa pekerja sedang melakukan aktifitasnya, mulai dari membersihkan ikan, menjemur ikan untuk dijadikan ikan asin hingga memilah ikan asin untuk dipasarkan. Pak Mathari (51) merupakan salah satu pekerja yang saya jumpai disana, dia lelaki asal Sumenep, Madura. Bekerja sebagai pemilah ikan asin sudah dia lakoni belasan tahun silam, dimana sebelumnya ia bekerja sebagai pelawak di salah satu grup ludruk di daerah tersebut. Sembari ngobrol dia tunjukan jenis ikan yang biasa dibuat ikan asin, salah satunya Ikan Rek-rek orang sana menyebutnya. "ini namanya ikan rek-rek, ini paling enak kalau dimakan sama nasi jagung dan sayur daun kelor dan sambal" jelasnya sembari membolak balikan ika...

Gunung, Sungai, Laut dan Kisah Yang Kian Larut

Berdesakan: Pintu Masuk Pura Luhur Poten Bromo Sore itu (17/7) saya menunggu kedatangan seorang #TemanJalan, Bang Yan nama panggilannya. Seorang fotografer asal kota Solo, Jawa Tengah. Rencananya dia ingin mengeksplore Probolinggo, kebetulan hari itu bertepatan dengan perayaan Hari Raya Yadnya Kasada Suku Tengger, ok jadwal pertama kita akan naik ke dataran tinggi Gunung Bromo. Singkat cerita Bang Yan sudah saya jemput di Setasiun Kota Probolinggo, setelah prepare dirumah saya, kami melajuhkan sepeda menuju acara Yadnya Kasada. Sebelumnya kami mampir dirumah salah teman om Astono Singgih , fotografer asal Sapikerep, kabupaten Probolinggo, dimana mas Fano Dwinanda Teman jalan sekaligus fotografer romantis menunggu saya dan bang yan. Setelah ngobrol kesana-kemari seputaran fotografi, kami lanjutkan perjalanan menuju acara tersebut, karena memang waktunya sudah agak malam dan acara akan segera dimulai. Ramah: Kediaman Om Astono Singgih   Sampai di Pendopo...

Kekhawatiran Nikmat

Portrait Mbah Nikmat Kemarin (4/7) kotaku terselimuti awan mendung, mungkin akan turun hujan. Saat itu aku berada disebuah pasar tempat aku bertemu pak Sanom si penjual burung. Seperti biasa ku langkahkan kaki sembari mencari-cari momen yang bisa diabadikan. Tidak beberapa lama langkahku berhenti ketika melihat seorang nenek yang berdiri di pintu warungnya. Mbah Monikmat (67), itu yang keluar ketika saya tanya perihal nama dan usianya, nenek dari satu cucu dan Ibu dari satu anak ini ternyata tidak bisa membaca dan menulis (buta aksara. red). Berjualan makanan dan minuman sudah dia lakoni bersama suaminya sejak 14 tahun silam. Tidak ada yang ia keluhkan dari itu hanya saja kondisi pasar yang semakin lama sekamin sepi yang membuatnya semakin khawatir. "Masih ramai dulu nak, sekarang sudah sepi, dapat lima puluh ribu rupiah saja sudah alhamdulillah, kalau sekarang" Jelasnya sembari tersenyum. Aku semakin tidak bisa menahan gejolak dihati, aku tidak telalu ...

nasib sepeda Bekas, di tangan bernoda Pelumas

Framing: Pak Suparman  Masih di tempat dan hari yang sama (4/7), dimana sebelumnya aku bertemu dengan mbah Monikmat. Tidak begitu jahu dari tempatku berdiri, terdengar suara ketukan palu yang sangat nyaring, lalu aku berjalan kearah suara itu dan mendapati lelaki tua sedang duduk dan sibuk mengotak atik sepeda bekas. Pak Suparman (60) atau akrab dipanggil Parman ternyata seorang pedagang sepeda bekas di Pasar Mangunharjo Kota Probolinggo, sejak 30 tahun yang lalu, bukan hanya menjual dia juga menerima jasa membetulkan sepeda rusak. Di tangannya, sepeda bekas/rusak berubah menjadi sepeda yang layak jual dan aman untuk digunakan. Tangannya yang keriput masih tak kehilangan tenaga, mungkin hanya sedikit mulai gemetar kalau aku tak salah melihat. Berlumuran oli dan minyak pelumas sudah menjadi hiasan telapak tangannya setiap hari, Eh maaf bukan setiap hari, sebab ini adalah pelanggan pertama setelah beberapa hari sepi, katanya. Sepeda dan asesoris bekas y...

KEYAKINAN DAN BUDAYA

Juxta Position : Penduduk berangkat dan pulang dari sumber air  Masih tentang Bondowoso, khususnya desa taman krocok. Sebuah desa dengan keasriannya, baik alam hingga budaya masyarakatnya. Disana masih bisa kita jumpai rutinitas penduduk mencuci dan mandi di sumber air setiap pagi dan sore hari, sembari membawa ember berisikan sabun dan pakain yang hendak dicuci. Tak jarang juga kita akan menjumpai masyarakat mencuci kendaraan dan mengisi air dilokasi sumber. Kerukunan antar penduduk desa tersebut memang tidak bisa dianggap remeh, disana agama saling berdampingan dengan budaya. Fanatisme terhadap agama sangat tipis terasa disini, Islam Nusantara kalau orang desa itu menyebutnya. Semoga ketenangan ini masih bisa saya rasakan beberapa tahun yang akan datang ketika saya kembali ke desa itu, iya Semoga ! ____________________________ Foto oleh : ©wisnu bangun saputro Lokasi: Taman Krocok, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Tanggal: 23 Juni 2019 Alat: Canon 2...