![]() |
| Framing: Pak Suparman |
Masih di tempat dan hari yang sama (4/7), dimana sebelumnya aku bertemu dengan mbah Monikmat. Tidak begitu jahu dari tempatku berdiri, terdengar suara ketukan palu yang sangat nyaring, lalu aku berjalan kearah suara itu dan mendapati lelaki tua sedang duduk dan sibuk mengotak atik sepeda bekas.
Tangannya yang keriput masih tak kehilangan tenaga, mungkin hanya sedikit mulai gemetar kalau aku tak salah melihat. Berlumuran oli dan minyak pelumas sudah menjadi hiasan telapak tangannya setiap hari, Eh maaf bukan setiap hari, sebab ini adalah pelanggan pertama setelah beberapa hari sepi, katanya.
Sepeda dan asesoris bekas yang dia jual, didapatkan dari pengepul barang rongsokan, dengan harga borongan. Dia lebih takut membeli sepeda dan asesoris bekas dari perorangan walau harganya lebih murah, takut bukan barang halal (hasil pencurian. red).
Baginya keselamatan jahu lebih penting dari keutungan besar, berapapun yang dia dapatkan, selalu dia syukuri dan meyakini bahwa itu halal dari sang pencipta untuk keluarganya.
____________________________
Foto oleh : ©wisnu bangun saputro
Lokasi: Pasar Mangunhardjo, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia.
Tanggal: 04 Juli 2019
____________________________
#CeritaTiapJalan
#TemanJalan
#MariBercerita
#PhotoStory
#FotoBercerita
#humaninterest
"Takut saya, tidak apa-apa keuntungan sedikit yang penting selamat, saya hanya berdoa minta selamat" Jelasnya sembari mengencangkan baut roda sepeda.
Baginya keselamatan jahu lebih penting dari keutungan besar, berapapun yang dia dapatkan, selalu dia syukuri dan meyakini bahwa itu halal dari sang pencipta untuk keluarganya.
____________________________
Foto oleh : ©wisnu bangun saputro
Lokasi: Pasar Mangunhardjo, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Indonesia.
Tanggal: 04 Juli 2019
____________________________
#CeritaTiapJalan
#TemanJalan
#MariBercerita
#PhotoStory
#FotoBercerita
#humaninterest





Komentar
Posting Komentar