Framing: Pak Suparman Masih di tempat dan hari yang sama (4/7), dimana sebelumnya aku bertemu dengan mbah Monikmat. Tidak begitu jahu dari tempatku berdiri, terdengar suara ketukan palu yang sangat nyaring, lalu aku berjalan kearah suara itu dan mendapati lelaki tua sedang duduk dan sibuk mengotak atik sepeda bekas. Pak Suparman (60) atau akrab dipanggil Parman ternyata seorang pedagang sepeda bekas di Pasar Mangunharjo Kota Probolinggo, sejak 30 tahun yang lalu, bukan hanya menjual dia juga menerima jasa membetulkan sepeda rusak. Di tangannya, sepeda bekas/rusak berubah menjadi sepeda yang layak jual dan aman untuk digunakan. Tangannya yang keriput masih tak kehilangan tenaga, mungkin hanya sedikit mulai gemetar kalau aku tak salah melihat. Berlumuran oli dan minyak pelumas sudah menjadi hiasan telapak tangannya setiap hari, Eh maaf bukan setiap hari, sebab ini adalah pelanggan pertama setelah beberapa hari sepi, katanya. Sepeda dan asesoris bekas y...
Ini tentang cerita, kisah dan sebuah perjalanan, #CeritaTiapJalan sebuah ruang kenang yang sengaja ku bangun untuk melampiaskan rindu