Portrait Mbah Nikmat Kemarin (4/7) kotaku terselimuti awan mendung, mungkin akan turun hujan. Saat itu aku berada disebuah pasar tempat aku bertemu pak Sanom si penjual burung. Seperti biasa ku langkahkan kaki sembari mencari-cari momen yang bisa diabadikan. Tidak beberapa lama langkahku berhenti ketika melihat seorang nenek yang berdiri di pintu warungnya. Mbah Monikmat (67), itu yang keluar ketika saya tanya perihal nama dan usianya, nenek dari satu cucu dan Ibu dari satu anak ini ternyata tidak bisa membaca dan menulis (buta aksara. red). Berjualan makanan dan minuman sudah dia lakoni bersama suaminya sejak 14 tahun silam. Tidak ada yang ia keluhkan dari itu hanya saja kondisi pasar yang semakin lama sekamin sepi yang membuatnya semakin khawatir. "Masih ramai dulu nak, sekarang sudah sepi, dapat lima puluh ribu rupiah saja sudah alhamdulillah, kalau sekarang" Jelasnya sembari tersenyum. Aku semakin tidak bisa menahan gejolak dihati, aku tidak telalu ...
Ini tentang cerita, kisah dan sebuah perjalanan, #CeritaTiapJalan sebuah ruang kenang yang sengaja ku bangun untuk melampiaskan rindu