Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pasar

PENGAIT RUPIAH, Menelusuri sisi lain Pasar Bawang Probolinggo.

H iruk pikuk pasar bawang merah Probolinggo ternyata menyimpan sisi lain yang menarik untuk diulas, salah satunya adalah para pemungut bawang merah. Para pemungut bawang merah setiap harinya (kecuali tidak musim panen) berkerumun disekitar gudang penyimpanan bawang merah. Setiap ada pickup membawa bawang hasil panen langsung mereka serbu. U ntuk mengais bawang merah mereka menggunakan alat berupa pengait terbuat dari bambu yang ujungnya dibentuk melingkar/segitiga serta membawa tas anyaman sebagai tempat bawang merah. Bawang merah yang mereka pungut adalah bawang merah rontokan yang terjatuh atau dibuang oleh pekerja Gudang Bawang saat atau setelah menurunkan bawang dari kendaraan. P ara pemungut tersebut kebanyakan adalah seorang wanita lansia, salah satunya adalah Sulami (70 tahun) ia mengaku sudah puluhan tahun menjadi pemungut bawang, "Sudah lama, puluhan tahun, sejak anak saya masih kecil sampai punya cucu" imbuh wanita yang gemar sekali memak...

Kekhawatiran Nikmat

Portrait Mbah Nikmat Kemarin (4/7) kotaku terselimuti awan mendung, mungkin akan turun hujan. Saat itu aku berada disebuah pasar tempat aku bertemu pak Sanom si penjual burung. Seperti biasa ku langkahkan kaki sembari mencari-cari momen yang bisa diabadikan. Tidak beberapa lama langkahku berhenti ketika melihat seorang nenek yang berdiri di pintu warungnya. Mbah Monikmat (67), itu yang keluar ketika saya tanya perihal nama dan usianya, nenek dari satu cucu dan Ibu dari satu anak ini ternyata tidak bisa membaca dan menulis (buta aksara. red). Berjualan makanan dan minuman sudah dia lakoni bersama suaminya sejak 14 tahun silam. Tidak ada yang ia keluhkan dari itu hanya saja kondisi pasar yang semakin lama sekamin sepi yang membuatnya semakin khawatir. "Masih ramai dulu nak, sekarang sudah sepi, dapat lima puluh ribu rupiah saja sudah alhamdulillah, kalau sekarang" Jelasnya sembari tersenyum. Aku semakin tidak bisa menahan gejolak dihati, aku tidak telalu ...

nasib sepeda Bekas, di tangan bernoda Pelumas

Framing: Pak Suparman  Masih di tempat dan hari yang sama (4/7), dimana sebelumnya aku bertemu dengan mbah Monikmat. Tidak begitu jahu dari tempatku berdiri, terdengar suara ketukan palu yang sangat nyaring, lalu aku berjalan kearah suara itu dan mendapati lelaki tua sedang duduk dan sibuk mengotak atik sepeda bekas. Pak Suparman (60) atau akrab dipanggil Parman ternyata seorang pedagang sepeda bekas di Pasar Mangunharjo Kota Probolinggo, sejak 30 tahun yang lalu, bukan hanya menjual dia juga menerima jasa membetulkan sepeda rusak. Di tangannya, sepeda bekas/rusak berubah menjadi sepeda yang layak jual dan aman untuk digunakan. Tangannya yang keriput masih tak kehilangan tenaga, mungkin hanya sedikit mulai gemetar kalau aku tak salah melihat. Berlumuran oli dan minyak pelumas sudah menjadi hiasan telapak tangannya setiap hari, Eh maaf bukan setiap hari, sebab ini adalah pelanggan pertama setelah beberapa hari sepi, katanya. Sepeda dan asesoris bekas y...

SAMON | Ada Harap di Setiap Kicauan

#CeritaTiapJalan_1 "SANOM - ada harap di setiap kicauan" Sanom (65) penjual burung  Keramaian permasalahan politik di Dalam Negeri berbanding terbalik dengan kondisi yang dirasakan oleh Sanom (65) penjual burung di Pasar Mangunharjo Kota Probolinggo (27/5). Sedang membersikan sangkar Baginya burung adalah separuh hidupnya, dari situlah dia mampu memenuhi kebutuhan keluarganya sejak tahun 1975. Menjemur burung Burung Merpati dalam sangkar kawat Namun kondisi penjualan burungnya semakin sepi, sehingga dia memutuskan untuk beternak ayam guna mendongkrak omset penjualannya. Barang dagangan sanom Sanom menunggu pelanggan datang  Ayam peliharaan Sanom Sanom beristiraht Sanom hanya bisa berharap, semoga disetiap kicauan burungnya menjadi doa agar kondisi penjualannya kembali normal dan senyum kembali menghiasi wajah keluarganya. Pengambilan Foto menggunakan  Smartphone Sony Xperia Z3+ Editing : Lightr...