Situbondo (17/10) setiap hari Kamis, puluhan sapi asal daerah Sapudi dan Raas Sumenep, Madura diangkut menggunakan kapal menuju Pelabuhan Kalbut Situbondo. Uniknya, sapi harus berbagi tempat dengan penumpang manusia, dimana sapi diletakan berdesakan di bawah dek kapal.
PEMBELI | saat sapi sudah sampai di dermaga, para pembeli sudah siap menunggu. Tidak hanya dari Situbondo, pembeli juga berasal dari luar kota. Kliwon (45) asal Desa Tamansari, Probolinggo, menjelaskan bahwa setiap hari kamis ia akan mengambil sapi dari sapudi dan raas melalui pelabuhan kalbut. “hampir setiap kamis kesini, karena kalau ngambil langsung disini lebih murah” jelas kliwon sembari duduk ditruk bermuatan sapi.Nantinya sapi yang telah dibeli akan dinaikan ke atas truk dengan bantuan buruh. Kris (12) satu -satunya buruh angkut anak di pelabuhan kalbut mengaku, dalam beberapa kali angkut dia bisa mendapatkan upah Rp. 15.000 - Rp. 25.000 terkantung banyaknya sapi.
IRONIS | Hal tersebut terjadi karena kurangnya infrastruktur di pelabuhan Kalbut Situbondo. Kejadian ini masih terjadi hingga sekarang dan tidak sedikit sapi yang akhirnya pingsan hingga mati karena kelelahan dan kedinginan saat berenang.
____________________________Foto oleh : ©wisnu bangun saputro
Mentor: @firmansyah_chandra
Lokasi: Pelabuhan Kalbut, Situbondo
Tanggal: 17 Oktober 2019
____________________________
#CeritaTiapJalan
#TemanJalan
#MariBercerita
#PhotoStory
#storyteller
#FotoBercerita
#Journalism #documentary










Komentar
Posting Komentar